Kreasi Fikom Uniga 2008

Created by : Yanri Pratiwi, Ridho Saputro, Junizar C.B, M.Hadi Ginanjar, Cipta Tresnaganda, Andika Cipta, Deden Abdul Rauf, Resty Mustika Pratiwi, Ratih Nisya, Dikri Dzulfakri .

Monday, May 30, 2011

BELI YUK !!!!

Anda mungkin tidak asing dengan yang namanya dodol. Oleh-oleh khas Garut ini biasa jadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat. Namun bila Anda bosan dengan dodol yang biasa, kini Anda bisa mencoba Chocodot. Berbeda dengan dodol biasanya, Chocodot menjadikan dodol sebagai isian coklat. 
Idenya berawal dari Kiki Gumelar, sang owner Tama Chocolate, yang ingin menyajikan cokelat yang tidak biasa, dengan eksperimennya mencampur dodol yang dibalut dengan cokelat di Juli 2009. Jadilah namanya Chocodot yang berarti Chocolate with Dodol Inside. Biar nuansa sundanya tidak hilang, dipakailah nama Chocodot ," tutur Adi Supriadi, salah satu pegawai Tama Chocolate.  
Apresiasi masyarakat terhadap Chocodot cukup baik. "Pemasaran memang baru dilakukan di Garut saja. Namun yang pesan sudah sampai Bandung, Jakarta, bahkan Sumatera Selatan dan Manado juga banyak yang pesan. Untuk menjajal oleh-oleh ini, harga yang dipatok cukup bersahabat di kantong. Ukuran batangan yang paling kecil bisa anda dapatkan dengan Lima ribu rupiah saja. Sementara batangan besar dan cokelat dalam besek dibanderol Sepuluh ribu Rupiah. 
Ada pun cabang-cabangnya Chocodot d sekitar garut ini di jalan Babakan Salawi no 25 Cipanas dan Waroeng Cokelat Intan Jln.Otista 72A. Ada juga cabang-cabang chocodot di garut ini yang telah membuka untuk oleh-oleh khas kota garut ini. Tempat ini cabangnya di Jln.Siliwangi Garut. 

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates